Jumat, 07 September 2012

Dampak kemarau pada sektor peternakan dan pertanian

Kemarau panjang pada tahun ini cukup berdampak langsung baik di rasakan oleh masyarakat pada umumnya atau oleh para pelaku industri yang memang biasanya cenderung mengandalakan cukup banyak air guna berjalannya industri yang di lakoni.
Kondisi kekeringan ini seperti halnya di beberapa kota di Indonesiua seperti daerah Ciamis, Cirebon dan masih banyak tempat yang mengalami kekeringan sangat merasakan dampaknya dalam memenuhi kebutuhan sehari hari seperti sulitnya mendapatkan air bersih guna keperluan sehari-hari.
Jangankan untuk mandi atau mencuci pakaian, di beberapa tempat bahkan untuk minum pun terpaksa harus mengambil dari genangan air yang kotor karena air yang di andalkan dari PDAM adakalanya tidak berfungsi ketika musim kemarau seperti ini.
Pada sektor peternakan contohnya, banyak pembudidaya ikan kesulitan untuk memperolah air guna berlangsungnya budidaya ikan mereka, sehingga kematian pada ikan tidak dapat di hindari lagi.
Pada sektor pertanian lebih parah lagi, banyak sekali daerah yang areal sawahnya tidak dapat digunakan karena sumber irigasi pengairan untuk sawah mereka kering dan tidak mengalir air sama sekali. hal itu sangat di rasakan pula oleh para pengusaha yang mengandalkan petani untuk memenuhi kebutuhan produksi industri mereka seperti halnya industri pembuatan pakan ternak yang mengandalkan jagung sebagai salah satu bahan pokok dalam pembuatan paka, karena sulitnya mendapatkan jagung sampai2 para harga dari petani merangkak naik di luar batas harga yang seharusnya.
Pada sektor kehutanan tidak kalah ironis, kebakaran hutan yang jumlahnya mencapai ratusan Hektar terjadi di hutan2 seperti di hutan gunung Ciremai Kuningan yang terjadi hampir tiap musim  kemarau datang.
Itu semua tidak lain dampak dari kemajuan jaman dimana cuaca bumi sudah tidak stabil. penggunaan2 bahan2 kimia dan alat2 elektronik telah merusak keseimbangan alam.
Penyebab rusaknya atau menipisnya lapisan ozon yaitu oleh Bahan Perusak Ozon (BPO) yang diemisikan dari berbagai kegiatan, baik dalam menggunakan atau memproduksi barang mengandung BPO. Ancaman yang diketahui terhadap keseimbangan ozon adalah kloroflorokarbon (CFC) yang mengakibatkan menipisnya lapisan ozon. CFC digunakan oleh masyarakat modern dengan cara yang tidak terkira banyaknya, misalnya dengan :
AC,Kulkas,bahan dorong dalam penyembur (aerosol), diantaranya kaleng semprot untuk pengharum ruangan, penyemprot rambut atau parfum
pembuatan busa,bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik

Jelas lah ketidakseimbangan alam ini tidak lain karena ulah manusia sendiri, alam pun dapat berbicara karenanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar