Kamis, 05 April 2012

ternak bebek

Pengalaman adalah guru yang paling berharga.. itu kata orang hehe.. emang benar sih tanpa mengalami mungkin kita takkan pernah tau rasanya mengalami hal-hal yang mungkin senantiasa kita hindari.. namun ketika pengalaman tersebut akan sangat besar dampaknya, terlebih lagi jikalau dialami oleh pelaku bisnis atau kita sebut pengusaha. pengalaman yang di butuhkan sangatlah besar hingga pengalaman tersebut terkadang membuat pelaku pengusaha tersebut jatuh hingga tak mampu berdiri kembali. jikalau saja kita pintar melihat dan mempelajari pengalaman orang lain tentunya akan berbeda cerita jikalau memang menemui hal-hal yang mungkin bisa membuat kita jatuh. nah maka dari itu menurut saya sendiri pengalaman itu sendiri adalah guru yang paling berharga dan paling mahal pula dan menurut saya pula bahwa pengalaman orang lain adalah guru yang lebih berharga hehehe.

pada kesempatan kali ini, saya ingin mencoba berbagi resep tradisional untuk membuat pakan bebek khususnya untuk bebek lokal yang umumnya dalam jangka waktu 3 bulan dapat di panen dan menghasilkan bebek pedaging dan untuk bebek petelor kurang lebih dalam jangka waktu kurang dari setahun baru bisa menghasilkan telornya..

dalam pengolahan peternakan bebek, kita harus cerdas dalam memilah dan memilih segala sesuatunya untuk perkembangan si bebek tersebut sehingga kita tidak kecewa akan hasil yang akan kita raih setelah masa panen si bebek tiba.

hal pertama yang perlu di perhatikan adalah:
  1. pemilihan DOD harus benar2 dari indukan yang baik sehingga meminimalisir kemungkinan bebek tersebut cepat mati atau pertumbuhannya lambat (kuntet)
  2. pemberian vaksin untuk DOD (bisa pakai air gula jawa)
  3. pengaturan kandang, setiap kandang harus di beri sekam pada lantainya dan di beri sekat pemisah paling tidak setiap sekat terisi maksimal 50 ekor DOD untuk meminimalisir terjadinya kematian karena kebiasaan anak bebek kalo tidur itu bertumpuk2an, dan untuk meminimalisir pula anak bebek tidak kebagian pakan karena berebutan.
  4. pemilihan pakan, dalam hal pembuatan pakan terkadang para pelaku ternak yang baru lebih memilih pakan ternak dari toko karena melihat sudah jaminan tanpa memperhitungan kalkulasi, namun para peternak yang sudah mahir akan berpikir lain. mereka akan lebih memikirkan untuk bagaimana caranya meminimalisir pengeluaran trhadap pakan bebek dengan racikan pakan sendiri.
  5. pemberian pakan, biasanya bebek di beri pakan sehari 2 kali pagi hari dan sore/malam hari, dan jangan lupa pula pemberian pakan pada sore atau malam hari harus lebih banyak karena posisi bebek pada malam hari cenderung lebih cepat lapar karena udara dingin.
  6. pada umur bebek sampai 2 minggu hanya di beri pur dan tepung ikan saja, lalu setelah lewat 2 minggu barulah si bebek di berikan ransum pakan olahan.

mungkin itulah sedikit tips dalam berternak yang saya alami, kritikan dan saran saya tunggu
terima kasih

Sabtu, 31 Maret 2012

Pelet Produksi Lokal

      Kebutuhan pakan ternak yang semakin hari semakin tinggi membuat produsen pakan ternak semakin bergairah untuk memproduksi segala macam pakan ternak baik ternak unggas seperti ayam, bebek, itik dll bahkan samkebutuhan pelet bagi pelaku budidaya ikan. namun kebutuhan yang semakin tinggi itu ternyata diikuti pula dengan harga yang ikut melambung tinggi sehingga kemampuan pelaku ternak dan budidaya ikan semakin sulit untuk menjangkau harga pakan yang semakin merangkak naik itu.

      Tepung ikan sebagai bahan pokok pembuatan pelet adalah sumber utama protein yang selalu digunakan dalam pembuatan pakan ternak, terlebih lagi untuk pembuatan pelet dimana ikan yang memang notabennya bersifat kanibal mudah tertarik dengan pakan yang mempunyai bau amis ikan. sehingga peran tepung ikan itu sendiri sebagai bahan utama pembuatan pelet tidak dapat dilepaskan.

      Selain tepung ikan sebagai bahan utama pembuatan pelet, tentunya ada beberapa bahan lain yang tidak dapat di lupakan begitu saja sehingga didapatkan pelet yang mempunyai kualitas tidak kalah dengan pelet buaan pabrik..

      Adapun bahan2 yang biasanya di gunakan dalam pembuatan pelet adalah sebagai berikut:
  1. Tepung Ikan (20% dari total pakan)
  2. Tepung Jagung (30% dari total pakan)
  3. Bungkil kedelai (15% dari total pakan)
  4. Dedak halus (25% dari total pakan)
  5. tepung kanji (20% dari total pakan)
  6. Minyak Ikan secukupnya
       Kelima bahan tersebut umum adalah sebagai bahan pembuatan pelet yang cukup mudah untuk di dapatkan di sekitar kita...

       adapun cara sederhana pembuatannya seperti berikut:
  1.  campurkan semua bahan kecuali minyak ikan sampai terbentuk seperti pasta,
  2. setelah terbentuk seperti adonan pasta lalu tuangkan minyak ikan secukupnya ke adonan tersebut hingga merata,
  3. setelah tercampur semua bahan tersebut lalu siapkan mesin pembentuk pelet untuk membentuk pelet sesuai yang di inginkan, namun kalau tidak ada mesin pencetak pelet, bisa juga di bentuk sendiri menggunakan tangan dan di bentuk seperti cacing kecil2.
  4. setelah semua bahan telah terbentuk menjadi pelet, segera di keringkan dengan menggunakan oven atau tenaga matahari.
 tak ada yang sempurna karena kebenaran hanya milik Tuhan, dan segala kesalahan hanya milik saya..

Selamat mencoba!!




Senin, 28 November 2011

tepung ikan (fish meal)

Add caption
Setelah hampir setahun mempelajari pembuatan tepung ikan dan memasarkannya, sedikit demi sedikit saya temui berbagai kelebihan di balik pembuatan tepung ikan. wajar saja harga ikan fresh relatif tinggi karena tersimpan berbagai kandungan yang sangat berguna untuk perkembangan baik untuk manusia ataupun perkembangan ternak

Pada umumnya telah diketahui bahwa kandungan protein ikan dapat meningkatkan daya kerja otak pada kerja manusia, sehingga tidak salah juga jika banyak yang mengatakan kalau orang jepang pintar2 karena sering mengkonsumsi ikan yang masih segar.

Ikan-ikan tertentu mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi yang dapat di manfaatkan sebagai ladang komersial para pelaku bisnis, seperti para produsen tepung ikan yang memanfaatkan banyaknya ketersediaan ikan untuk di olah menjadi tepung ikan yang di gunakan sebagai bahan sumber protein pada pembuatan pakan ternak.
Sekarang ini kebutuhan tepung ikan di indonesia sudah melewati angka 150.000 ton per tahun, dan sebagian besar tepung ikan itu sendiri di impor dari negara luar seperi chili dengan pertimbangan jaminan kualitasnya yang cukup baik. sedang para pelaku industri tepung ikan lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan sebagian kecil saja di karenakan kualitas tepung ikan lokal yang memang masih berkualitas rendah.

Banyaknya faktor yang mempengaruhi kualitas tepung ikan itu sendiri menjadi alasan susahnya mendapatkan hasil yang maksimal dalam pengolahan tepung ikan, semisalnya harga ikan yang mash fresh cukup tinggi, sehingga mereka lebih memilih ikan yang sudah tidak fresh (tidak layak konsumsi) karena harganya yang relatif jauh lebih murah dibandingkan harga ikan yang masih fresh, dan yang cukup signifikan pada pengaruh kualitas tepung ikan adalah pada proses pengolahannya.

Setelah mempelajari proses pembuatan tepung ikan baik secara langsung dan melalui bebagai sumber media, pembuatan tepung ikan terbaik saya dapatkan dari tempat produksinya yang secara tidak langsung saya temukan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing masing tempat produksi tersebut. yang cukup mengagetkan adalah ketika awal-awal saya belajar, beberapa produsen hanya menggunakan teknik pengukusan (steam), pengeringan, dan diakhiri dengan proses penggilingan. dan pada pertengahan saya memempelajari pembuatan tepung ikan, saya mendapatkan sebuah produsen yang menggunakan teknik pengepressan (pressing teknik) dalam proses pengolahannya pula, ternyata pengepressan itu sendiri bertujuan menghilangkan kadar lemak yang terkandung pada ikan tersebut sekaligus berguna sebagai peningkatan kadar protein. tidak lepas dari itu hasil pengepressan ikan yang telah di kukus (steam) tersebut yang berupa minyak ikan yang mengandung asam lemak tidak jenuh yang dapat di jadikan sumber vitamin A yang baik untuk meningkatkan kecerdasan manusia.