Rabu, 25 Juli 2012

HeRaN

     Setelah kemerdekaan yang dengan susah di capai oleh para pahlawan, kini malah muncul kekonyolan-kekonyolan yang di lakukan oleh masyarakat kita sendiri. Korupsi mengakar dari kalangan bawah hingga kalangan pejabat tinggi negara, namun itu adalah hal klasik yang telah sudah lama sekali bahkan terbilang akan terus terjadi hingga azab dari sang kuasa turun untuk menghentikannya.

    Hal yang lebih membuat kita mengelus2kan dada kita datang dari generasi muda kita yang terlibat pergaulan genk motor. apa tujuan mereka sebenarnya? mencari sensasikah?, hura-hura semata, atau justru segaja ingin menghancurkan negara yang telah merdeka ini dengan tingkah laku mereka. miris melihat keadaan negara ini yang sedang tertimpa bencana terus menerus namun mereka tak pernah ingin mengetahui apapun selain yang mereka tahu meraka adalah pahlawan di depan teman2 mereka sendiri, namun musuh bagi seluruh masyarakat dan aparat, dan entah bagaimana pemikiran mereka yang membentuk organisasi kalau hanya bertujuan menghancurkan, merusak dan menodai nama bangsa ini.

     Banyak hal positif yang masih bisa dilakukan jika ingin dilihat dan dikenal  oleh publik, dimana dengan kemampuan yang dimiliki akan lebih dikenal dengan nama dan citra yang baik bahkan penghargaan pun akan dapat di raih, bukan penghargaan berupa  sel penjara yang siap menjerat akibat ulah mereka sendiri.

     Penerapan pendidikan mental dan perilaku yang menyimpang yang berasal dari ligkungan adalah salah satu faktor kuat yang mendorong anggota genk motor ini yang notabenenya adalah masih anggota pelajar.

Kamis, 05 April 2012

ternak bebek

Pengalaman adalah guru yang paling berharga.. itu kata orang hehe.. emang benar sih tanpa mengalami mungkin kita takkan pernah tau rasanya mengalami hal-hal yang mungkin senantiasa kita hindari.. namun ketika pengalaman tersebut akan sangat besar dampaknya, terlebih lagi jikalau dialami oleh pelaku bisnis atau kita sebut pengusaha. pengalaman yang di butuhkan sangatlah besar hingga pengalaman tersebut terkadang membuat pelaku pengusaha tersebut jatuh hingga tak mampu berdiri kembali. jikalau saja kita pintar melihat dan mempelajari pengalaman orang lain tentunya akan berbeda cerita jikalau memang menemui hal-hal yang mungkin bisa membuat kita jatuh. nah maka dari itu menurut saya sendiri pengalaman itu sendiri adalah guru yang paling berharga dan paling mahal pula dan menurut saya pula bahwa pengalaman orang lain adalah guru yang lebih berharga hehehe.

pada kesempatan kali ini, saya ingin mencoba berbagi resep tradisional untuk membuat pakan bebek khususnya untuk bebek lokal yang umumnya dalam jangka waktu 3 bulan dapat di panen dan menghasilkan bebek pedaging dan untuk bebek petelor kurang lebih dalam jangka waktu kurang dari setahun baru bisa menghasilkan telornya..

dalam pengolahan peternakan bebek, kita harus cerdas dalam memilah dan memilih segala sesuatunya untuk perkembangan si bebek tersebut sehingga kita tidak kecewa akan hasil yang akan kita raih setelah masa panen si bebek tiba.

hal pertama yang perlu di perhatikan adalah:
  1. pemilihan DOD harus benar2 dari indukan yang baik sehingga meminimalisir kemungkinan bebek tersebut cepat mati atau pertumbuhannya lambat (kuntet)
  2. pemberian vaksin untuk DOD (bisa pakai air gula jawa)
  3. pengaturan kandang, setiap kandang harus di beri sekam pada lantainya dan di beri sekat pemisah paling tidak setiap sekat terisi maksimal 50 ekor DOD untuk meminimalisir terjadinya kematian karena kebiasaan anak bebek kalo tidur itu bertumpuk2an, dan untuk meminimalisir pula anak bebek tidak kebagian pakan karena berebutan.
  4. pemilihan pakan, dalam hal pembuatan pakan terkadang para pelaku ternak yang baru lebih memilih pakan ternak dari toko karena melihat sudah jaminan tanpa memperhitungan kalkulasi, namun para peternak yang sudah mahir akan berpikir lain. mereka akan lebih memikirkan untuk bagaimana caranya meminimalisir pengeluaran trhadap pakan bebek dengan racikan pakan sendiri.
  5. pemberian pakan, biasanya bebek di beri pakan sehari 2 kali pagi hari dan sore/malam hari, dan jangan lupa pula pemberian pakan pada sore atau malam hari harus lebih banyak karena posisi bebek pada malam hari cenderung lebih cepat lapar karena udara dingin.
  6. pada umur bebek sampai 2 minggu hanya di beri pur dan tepung ikan saja, lalu setelah lewat 2 minggu barulah si bebek di berikan ransum pakan olahan.

mungkin itulah sedikit tips dalam berternak yang saya alami, kritikan dan saran saya tunggu
terima kasih

Sabtu, 31 Maret 2012

Pelet Produksi Lokal

      Kebutuhan pakan ternak yang semakin hari semakin tinggi membuat produsen pakan ternak semakin bergairah untuk memproduksi segala macam pakan ternak baik ternak unggas seperti ayam, bebek, itik dll bahkan samkebutuhan pelet bagi pelaku budidaya ikan. namun kebutuhan yang semakin tinggi itu ternyata diikuti pula dengan harga yang ikut melambung tinggi sehingga kemampuan pelaku ternak dan budidaya ikan semakin sulit untuk menjangkau harga pakan yang semakin merangkak naik itu.

      Tepung ikan sebagai bahan pokok pembuatan pelet adalah sumber utama protein yang selalu digunakan dalam pembuatan pakan ternak, terlebih lagi untuk pembuatan pelet dimana ikan yang memang notabennya bersifat kanibal mudah tertarik dengan pakan yang mempunyai bau amis ikan. sehingga peran tepung ikan itu sendiri sebagai bahan utama pembuatan pelet tidak dapat dilepaskan.

      Selain tepung ikan sebagai bahan utama pembuatan pelet, tentunya ada beberapa bahan lain yang tidak dapat di lupakan begitu saja sehingga didapatkan pelet yang mempunyai kualitas tidak kalah dengan pelet buaan pabrik..

      Adapun bahan2 yang biasanya di gunakan dalam pembuatan pelet adalah sebagai berikut:
  1. Tepung Ikan (20% dari total pakan)
  2. Tepung Jagung (30% dari total pakan)
  3. Bungkil kedelai (15% dari total pakan)
  4. Dedak halus (25% dari total pakan)
  5. tepung kanji (20% dari total pakan)
  6. Minyak Ikan secukupnya
       Kelima bahan tersebut umum adalah sebagai bahan pembuatan pelet yang cukup mudah untuk di dapatkan di sekitar kita...

       adapun cara sederhana pembuatannya seperti berikut:
  1.  campurkan semua bahan kecuali minyak ikan sampai terbentuk seperti pasta,
  2. setelah terbentuk seperti adonan pasta lalu tuangkan minyak ikan secukupnya ke adonan tersebut hingga merata,
  3. setelah tercampur semua bahan tersebut lalu siapkan mesin pembentuk pelet untuk membentuk pelet sesuai yang di inginkan, namun kalau tidak ada mesin pencetak pelet, bisa juga di bentuk sendiri menggunakan tangan dan di bentuk seperti cacing kecil2.
  4. setelah semua bahan telah terbentuk menjadi pelet, segera di keringkan dengan menggunakan oven atau tenaga matahari.
 tak ada yang sempurna karena kebenaran hanya milik Tuhan, dan segala kesalahan hanya milik saya..

Selamat mencoba!!